Kehinaan dalam Islam


Dalam Islam, kehinaan (atau sering disebut sebagai sifat rendah diri yang negatif) merujuk pada sikap, perbuatan, atau karakter yang bertentangan dengan nilai-nilai akhlak mulia yang diajarkan oleh agama. 

Kehinaan biasanya dikaitkan dengan sifat-sifat buruk yang merendahkan martabat seseorang di sisi Allah dan manusia. Berikut adalah beberapa poin terkait kehinaan dalam Islam berdasarkan Al-Qur'an, hadis, dan ajaran umum Islam:

1. Sifat-Sifat yang Dianggap Hina dalam Islam

- Kufur dan Kemunafikan: Menolak kebenaran atau berpura-pura beriman (munafik) dianggap sebagai sifat hina karena menunjukkan ketidakjujuran dan pengkhianatan terhadap Allah (QS. Al-Munafiqun: 1-3).

- Sombong (Takabur): Merasa lebih tinggi dari orang lain atau menolak kebenaran karena kesombongan adalah sifat yang dibenci Allah (QS. Luqman: 18).

- Dusta dan Pengkhianatan: Berbohong, mengkhianati amanah, atau tidak menepati janji adalah perbuatan yang merendahkan martabat (QS. As-Saff: 2-3).

- Makhluk Paling Hina: Al-Qur'an menyebutkan bahwa orang-orang yang menolak kebenaran dan terus-menerus melakukan dosa besar adalah seburuk-buruk makhluk (QS. Al-Bayyinah: 6).

- Sifat Kikir dan Tamak: Kikir terhadap harta atau tamak terhadap duniawi juga dianggap merendahkan, karena menunjukkan ketergantungan pada dunia ketimbang Allah (QS. Al-Hadid: 24).

2. Penyebab Kehinaan

- Menjauh dari Ajaran Allah: Mengabaikan perintah Allah dan Rasul-Nya, seperti tidak melaksanakan shalat, zakat, atau akhlak mulia, dapat menyebabkan seseorang jatuh ke dalam kehinaan (QS. Al-Ma’un: 4-7).

- Mengikuti Hawa Nafsu: Mengutamakan hawa nafsu di atas petunjuk Allah membuat seseorang terjerumus ke dalam perbuatan hina (QS. Al-Jathiyah: 23).

- Zalim dan Menyakiti Orang Lain: Menindas, memfitnah, atau merugikan orang lain juga dianggap sebagai perbuatan hina (QS. Al-Hujurat: 11-12).

3. Cara Menghindari Kehinaan

- Taubat dan Istighfar: Bertaubat dari dosa dan memohon ampun kepada Allah adalah cara untuk membersihkan diri dari sifat-sifat hina (QS. At-Tahrim: 8).

- Menjaga Akhlak Mulia: Mengamalkan sifat rendah hati (tawadhu), jujur, amanah, dan ikhlas dapat mengangkat derajat seseorang (QS. Al-Hujurat: 13).

- Berpegang pada Al-Qur'an dan Sunnah: Mengikuti ajaran Al-Qur'an dan teladan Rasulullah SAW adalah jalan untuk mencapai kemuliaan (QS. Al-A’raf: 157).

- Berbuat Baik kepada Sesama: Menolong, menghormati, dan menjaga hubungan baik dengan orang lain akan menjauhkan seseorang dari kehinaan (QS. Al-Isra: 70).

4. Pandangan Islam tentang Kemuliaan

   Islam mengajarkan bahwa kemuliaan sejati (izzah) hanya diperoleh melalui ketaqwaan kepada Allah, bukan melalui harta, status, atau kekuasaan (QS. Al-Hujurat: 13). Sebaliknya, kehinaan terjadi ketika seseorang mengabaikan nilai-nilai ini dan memilih jalan yang bertentangan dengan syariat.

5. **Dalil-Dalil Terkait

- QS. Al-Bayyinah: 6: “Sesungguhnya orang-orang yang kafir dari kalangan ahli kitab dan orang-orang musyrik berada dalam neraka Jahanam, mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.”

- QS. Al-Furqan: 68-70: Menjelaskan bahwa orang yang menghindari dosa besar dan bertaubat akan mendapat ampunan dan kemuliaan dari Allah.

- Hadis: Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seseorang bertambah takwa kepada Allah melainkan dia akan dimuliakan.” (HR. Muslim).

0 Response to "Kehinaan dalam Islam "

Post a Comment

Terima Kasih Atas Kunjungannya, Silahkan Berkomentar dengan Bijak