Kemelaratan dalam Islam

Berikut penjelasan singkat berdasarkan perspektif Islam:
1. Ujian dari Allah:
Kemiskinan dianggap sebagai ujian keimanan, sebagaimana kekayaan juga merupakan ujian. Al-Qur'an (QS. Al-Baqarah: 155) menyebutkan bahwa Allah menguji hamba-Nya dengan berbagai hal, termasuk kekurangan harta. Sabar dan tawakal menjadi kunci menghadapi kemelaratan.
2. Keseimbangan Dunia dan Akhirat:
Islam mendorong umatnya untuk mencari rezeki yang halal (QS. Al-Baqarah: 201), tetapi tidak menjadikan harta sebagai tujuan utama. Kemelaratan bukanlah celaan, selama seseorang tetap berusaha dan menjaga akhlak.
3. Anjuran Berusaha:
Islam tidak mendorong sikap pasif terhadap kemiskinan. Rasulullah SAW bersabda, “Carilah rezeki, karena sesungguhnya rezeki itu dibagi-bagi” (HR. Muslim). Bekerja keras, berikhtiar, dan berdoa adalah bagian dari mengatasi kemelaratan.
4. Kewajiban Sosial:
Islam menekankan solidaritas sosial untuk mengentaskan kemiskinan, melalui zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Zakat, misalnya, wajib dikeluarkan oleh yang mampu untuk membantu fakir miskin (QS. At-Taubah: 60).
5. Kemiskinan Bukan Aib:
Rasulullah SAW mengajarkan bahwa kemiskinan bukanlah sesuatu yang memalukan, selama seseorang tetap menjaga iman dan akhlak. Beliau bersabda, “Kemiskinan tidaklah menjadikan seseorang hina, tetapi kehinaan adalah karena kekufuran dan akhlak buruk” (HR. Ahmad).
6. Larangan Mengemis:
Islam melarang meminta-minta tanpa kebutuhan mendesak. Rasulullah SAW mendorong umatnya untuk mandiri dan mencari nafkah dengan usaha sendiri (HR. Abu Dawud).
Secara keseluruhan, Islam memandang kemelaratan sebagai bagian dari dinamika kehidupan yang harus dihadapi dengan ikhtiar, sabar, dan kepedulian sosial, sembari menjaga hubungan vertikal dengan Allah dan horizontal dengan sesama manusia.
0 Response to "Kemelaratan dalam Islam "
Post a Comment
Terima Kasih Atas Kunjungannya, Silahkan Berkomentar dengan Bijak