Menjaga Quran Bekal Dakwah yang Dhoruri

Menjaga Quran Bekal Dakwah yang Dhoruri.

Sebagai seorang pendakwah, kita diharuskan untuk menghafal Alquran baik sebagian ataupun secara keseluruhan dan menyampaikan pesan-pesan Allah yang ada di dalam Alquran tersebut. 

Hal seperti inilah yang dilakukan pada masa sahabat RA. Sampai para sahabat berduyun-duyun datang kepada Rasullullah untuk mempelajari Alquran. 

Dari para sahabat yang mempelajari Alquran tersebut, akhirnya perkembangan dakwah Islam menyebar di Jazirah Arab. Kemudian munculah pengkajian Alquran dari narasumber tentang penafsiran Alquran bagi umat Islam di Madinah, Irak dan Makkah.

Bagi para pendakwah saat ini, tentu sangat diperlukan pembekalan dengan memahami dan menjaga Alquran. Tidak hanya menghafalkan tapi dengan memaknai kemudian agar supaya dalam diri pendakwah tersebut terselamatkan dari kondisi jiwa yang diumpamakan oleh Rasullullah Shallallahu 'alaihi wasallam yakni seperti sebuah rumah yang tidak berpenghuni bila jauh dari Alquran. 

Meningkatnya kualitas umat akan terangkat seiring dengan peningkatan kualitas pendakwah. Khalifah Umar r.a mengatakan dalam pesannya, bahwa, "bekalilah dirimu sebelum kamu menjadi pemimpin." Bekal pertama yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin adalah Alquran.

Alquran memberikan inspirasi yang melahirkan banyak ulama dari berbagai ilmu. Para ulama yang terkenal dalam bidang ilmu Fiqh diantaranya adalah Imam Syafii, Imam Abu Hanifah, Imam Malik, dan Imam Ahmad bin Hambal. Ulama yang terkenal dalam bidang hadist diantaranya Imam Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan At - Turmizi. Masih banyak lagi para ulama yang terkenal dari berbagai bidang ilmu pengetahuan jika kita merincinya satu persatu.

Para ulama yang ahli dalam bidang tersebut membuat karya tulis dalam bahasa Arab yang kemudian diterjemahkan oleh orang Barat kedalam bahasa mereka. Orang Barat pada waktu itu masih terbelakang dalam bidang ilmu pengetahuan, sehingga orang Barat tersebut mempelajari bahasa Arab untuk dapat menerjemahkan buku yang ditulis oleh ulama Muslim. 

Setelah mereka mendapatkan ilmu yang dirasa cukup mereka kemudian mendirikan sekolah - sekolah untuk mengembangkan ilmu yang telah mereka dapatkan. Antusias orang Barat terhadap sekolah - sekolah itu sangatlah luar biasa sehingga Ilmu Pengetahuan disana berkembang dengan pesat. Jasa ulama Islam ini diakui oleh orang Barat sehingga mereka mengatakan bahwa ulama muslim itu ibarat jembatan yang menghubungkan antara kemajuan Eropa pada masa dulu dan sekarang. 

Sementara kaum Muslimin sendiri semakin jauh dari Alquran. Akibatnya, Allah mencabut kebesaran dan kejayaan dari tangan kaum Muslimin dan tidak ada jalan lain untuk meraihnya kembali kecuali harus kepada Alquran secara integral.

0 Response to "Menjaga Quran Bekal Dakwah yang Dhoruri"

Post a Comment

Terima Kasih Atas Kunjungannya, Silahkan Berkomentar dengan Bijak