Pentingnya Kewajiban Seorang Istri

Seorang pemuda datang untuk melamar seorang wanita, ketika melakukan nazhar (ta'aruf) sesuai syar'i, si gadis ingin menguji aqidah pemuda tersebut, tentang ketinggian Allah ta'ala, lalu dia bertanya kepada pemuda tersebut,


"Ainallah ? Di mana Allah?

Maka jawaban pemuda itu,

"Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

"Demi yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seorang laki-laki yang memanggil istrinya ke tempat tidurnya, lalu si istri menolaknya, kecuali YANG DI LANGIT akan murka padanya, sampai suami ridha kepadanya." (HR. Muslim)

Hadits ini menjelaskan tentang kewajiban seorang istri untuk memenuhi panggilan suami untuk berhubungan suami istri. Panggilan suami ini tidak boleh ditolak oleh istri, kecuali dengan alasan yang dibenarkan oleh syariat, seperti sakit, haid, atau nifas.

Dalam hadits ini, Rasulullah menggunakan sumpah untuk menegaskan pentingnya kewajiban ini. Beliau bersabda, "Demi yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seorang laki-laki yang memanggil istrinya ke tempat tidurnya, lalu si istri menolaknya, kecuali YANG DI LANGIT akan murka padanya, sampai suami ridha kepadanya."

Makna dari "YANG DI LANGIT" dalam hadits ini adalah Allah SWT. Murka Allah SWT akan menimpa istri yang menolak panggilan suami untuk berhubungan suami istri. Hal ini karena hubungan suami istri merupakan salah satu hak suami yang harus dipenuhi oleh istri.

Ada beberapa alasan yang dapat dibenarkan oleh syariat untuk menolak panggilan suami untuk berhubungan suami istri, di antaranya:

  • Sakit
  • Haid
  • Nifas
  • Istri sedang berpuasa sunah
  • Istri sedang berhaji atau umrah
  • Istri sedang menyusui
  • Istri sedang dalam masa iddah setelah bercerai atau ditinggal mati suami

Jika istri menolak panggilan suami tanpa alasan yang dibenarkan oleh syariat, maka hal ini dapat menyebabkan suami menjadi marah dan bahkan berdosa. Oleh karena itu, istri hendaknya memenuhi panggilan suami untuk berhubungan suami istri, kecuali dengan alasan yang dibenarkan oleh syariat.

Berikut adalah beberapa hikmah dari hadits ini:

  • Menjelaskan pentingnya kewajiban istri untuk memenuhi panggilan suami untuk berhubungan suami istri.
  • Menunjukkan bahwa Allah SWT sangat memperhatikan hak suami istri.
  • Mengingatkan istri untuk menjaga hubungan baik dengan suami.

Semoga dengan memahami hadits ini, istri dapat lebih memahami kewajibannya dan lebih menjaga hubungan baik dengan suami.

0 Response to "Pentingnya Kewajiban Seorang Istri"

Post a Comment

Terima Kasih Atas Kunjungannya, Silahkan Berkomentar dengan Bijak