Pentingnya Dzikir


Hasan al-Bashri rohimahulla 

“Wahai Abu Sa’id! Aku mengadu kepadamu tentang kerasnya hatiku.”

Maka beliau menjawab,

“Lembutkanlah hatimu dengan berdzikir.”

(Al-Wabil as-Shayyib, hal.9)

Kutipan yang indah ini dari Hasan al-Bashri dan Abu Sa'id. Pesan tentang pentingnya dzikir untuk melembutkan hati sungguh dalam maknanya.

Ada beberapa hal yang dapat direnungkan dari kutipan ini:

  • Hati yang keras: Metafora hati yang keras sering digunakan dalam ajaran Islam untuk menggambarkan kondisi seseorang yang kurang peka terhadap ajaran Ilahi, kurang memiliki empati, dan sulit tersentuh oleh hal-hal kebaikan.
  • Dzikir: Dzikir, yaitu mengingat Allah SWT dengan lisan dan hati, diyakini memiliki kekuatan untuk melembutkan hati dan membeningkan jiwa. Dengan melantunkan kalimat-kalimat dzikir dan merenungkan sifat-sifat Allah, hati kita akan terhubung dengan-Nya dan dipenuhi dengan rasa takut dan cinta kepada-Nya.
  • Wahai Abu Sa'id: Ini menunjukkan keakraban dan kepercayaan Hasan al-Bashri kepada Abu Sa'id. Hal ini juga mengingatkan kita tentang pentingnya mencari bimbingan dari para ulama dan orang-orang saleh dalam perjalanan spiritual kita.

Selain dzikir, ada beberapa cara lain yang bisa dilakukan untuk melembutkan hati, seperti:

  • Membaca Al-Quran dan merenungkan maknanya.
  • Melakukan amalan-amalan saleh, terutama shalat dan puasa.
  • Bersimpati dan membantu kepada orang lain.
  • Meminta ampunan kepada Allah SWT atas dosa-dosa yang telah diperbuat.
  • Bersabar dalam menghadapi cobaan dan ujian hidup.

Semoga kutipan ini menjadi pengingat bagi kita untuk lebih sering berdzikir dan menghimpun hati agar senantiasa lembut dan dekat dengan Allah SWT.

Apakah ada hal lain yang ingin Anda diskusikan tentang kutipan ini atau topik terkait lainnya?

0 Response to "Pentingnya Dzikir "

Post a Comment

Terima Kasih Atas Kunjungannya, Silahkan Berkomentar dengan Bijak