PENTINGNYA SKILL DEMI IMAN ANAK

Menanamkan iman, tauhid, aqidah kepada anak jelas hal yang sangat utama. Sampai-sampai, Allah Ta’ala membimbing kita dengan apa yang disampaikan oleh Luqman Al-Hakim kepada anaknya agar jangan sampai mempersekutukan Allah Ta’ala.

Namun, hendaknya para orang tua tidak lupa memotivasi anak agar memiliki skill yang dapat menjadikan aqidah, iman dan tauhid mereka tidak tergoyahkan oleh apa dan siapapun. Bahkan lebih jauh, juga mampu menjaga aqidah, iman dan tauhid saudara seiman lainnya.

Abdullah Nashih‘Ulwan dalam bukunya “Tarbiyatul fil Islam” menjelaskan, tanggung jawab orang tua dan pendidik yang tidak kalah penting adalah bagaimana anak-anak kita memiliki kemampuan bekerja atau berwirausaha.

Orang tua harus memotivasi putra-putrinya bekerja secara wirausaha, baik di bidang industri, pertanian maupun perdagangan. 

Nashih ‘Ulwan menjabarkan bahwa para nabi selalu bekerja secara bebas dan memiliki keahlian khusus dalam suatu profesi dan membuat sesuatu.

Nabi Nuh misalnya, beliau adalah ahli perkapalan (QS. Hud [11]: 37 – 38).

Sementara itu, Nabi Daud adalah ahli besi. Beliau mampu membuat senjata dan pakaian perang dari besi (QS. Al-Anbiya [21]:80).

Sedangkan Nabi Musa dan Nabi Muhammad adalah sosok nabi yang ahli dalam menggembalakan kambing. Rasulullah bersabda, 

“Aku pernah menggembala kambing dengan bayaran beberapa daniq dari penduduk Makkah” (HR. Bukhari).

Dengan demikian, mendidik anak memiliki skill agar mampu bekerja baik secara wirausaha maupun profesi sangat penting untuk menunjang mereka teguh dalam aqidah, iman dan tauhid, sehingga apa yang kelak mereka hasilkan sebagai nafkah bersumber dari keringat dan perjuangannya sendiri. 

Bukan dengan meminta-minta apalagi berbuat tidak patut (mencuri, korupsi dan menipu).

Karena itu Rasulullah memotivasi umatnya untuk bekerja dengan gigih dan dapat diandalkan.

“Sesungguhnya Allah mencintai salah seorang di antara kamu yang melakukan pekerjaan dengan itqon (tekun, rapi dan teliti)” (HR. Al-Baihaqi).

Dari sini, para orang tua bisa mengenalkan bagaimana keuletan Rasulullah dalam menekuni dunia dagang.

Kejujurannya sangat luar biasa, sehingga tidak ada yang dijual oleh beliau, melainkan pasti laris manis. Sebab, orang percaya, apa yang dijual oleh beliau adalah barang yang bisa diandalkan sesuai kebutuhan.

Dengan kata lain, tidak ada rasa kecewa bila bertransaksi dengan Rasulullah Muhammad. Demikian pula halnya dengan Abdurrahman bin Auf.

Kenalkan kepada buah hati kita, bahwa sahabat Nabi ini sangat luar biasa. Beliau berani meninggalkan kekayaan yang dimiliki demi iman dengan berhijrah dari Makkah ke Madinah.

Keberanian tersebut di antaranya karena didukung faktor skill dalam berbisnis, sehingga kala mendapatkan tawaran harta dari sahabat Anshar, beliau menolak dengan halus dan memulai bisnis di Madinah dari nol hingga akhirnya menjadi pebisnis yang luar biasa inspriatif.

Demikianlah sejarah memberikan bukti betapa generasi Muslim terdahulu tidak saja kokoh secara iman, aqidah dan tauhid, tetapi juga handal dalam skill dan profesi. 

Termasuk generasi emas dalam hal keilmuan, dimana para ulama terdahulu juga seorang expert di berbagai bidang. Sebut saja Ibn Sina, seorang dokter yang juga mufassir, Fakhruddin Ar-Razi, seorang matematikawan yang juga ahli hadits.

Sedemikian pentingya skill dan atau keprofesian ini, Allah juga menjabarkan secara lengkap kisah Nabi Yusuf, dimana akhirnya beliau mampu menyelamatkan sebuah negara dengan kemampuannya dalam bidang tafsir mimpi dan pengelolaan keuangan makro. 

Wallahu a’lam.

0 Response to "PENTINGNYA SKILL DEMI IMAN ANAK"

Post a Comment

Terima Kasih Atas Kunjungannya, Silahkan Berkomentar dengan Bijak