Undercover Boss

Bismillahirrahmanirrahim. Tiada untaian kata yang pantas diucapkan seorang hamba dan syukur kehadirat Allah subhanahu wa ta'ala, semoga rahmat dan karunia-Nya selalu menyertai setiap langkah-langkah kita dalam penghambaan kepada-Nya. 

Tak lupa pula, shalawat serta salam tetap tercurahkan kepada manusia paling mulia, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, keluarga, para sahabat, dan para pengikutnya yang selalu istiqamah dalam menjalankan risalahnya hingga akhir zaman.

UNDERCOVER BOSS

Sebuah acara televisi berkisah tentang para pemilik perusahaan yang menyamar menjadi karyawan baru, lalu berinteraksi dengan karyawan lama. Acara berjudul Undercover Boss ini sekali-kali perlu saudara saksikan. 

Dengan cara ini, para pimpinan bisa mendapat masukan dan kritik yang jujur dari bawahannya, karena mereka tidak tahu sebenarnya sedang berbicara dengan siapa.

Salah satu episode yang saya lihat adalah CEO restoran Golden Krust yang memiliki jaringan 120 cabang di seluruh Amerika. Ia berpura-pura menjadi kasir, petugas gudang, dan koki. 

Pada akhir acara, terlihat bagaimana sang pemimpin mendapat input yang sangat ia butuhkan. Bagaimana perasaan karyawan yang bekerja di sana, dan apa aspirasi mereka yang selama ini tidak berani disampaikan. 

Bayangkan seandainya sang pemimpin perusahaan melakukan blusukan kepada bawahannya dengan segenap protokoler resmi. Mengajak wartawan dan media, serta disambut dengan spanduk selamat datang. 

Tentu ia tak akan mendapat informasi apa-apa. Karena para karyawan tidak bisa terbuka, suasana pun penuh sandiwara. Tak ada input yang berguna, kecuali sekedar citra sang pimpinan yang melambung karena esok harinya seluruh media akan memberitakan kunjungan tersebut.

Tayangan Undercover Boss mengajarkan pada kita bahwa menjadi seorang pemimpin itu tidak mudah. Untuk mendengar aspirasi saja membutuhkan teknik tertentu, butuh kesabaran, dan butuh ilmu. 

Kita semua juga pemimpin. Orang tua adalah pemimpin bagi anak-anaknya. Guru adalah pemimpin bagi murid-muridnya. Maka kita pun mutlak membutuhkan ilmu. 

Sebagai orang tua, kita perlu untuk mengupdate diri dengan ilmu-ilmu parenting. Juga mendalami lebih jauh lagi tentang dunia anak-anak melalui ahlinya. Tidak sulit di era digital ini untuk belajar tentang hal demikian. 

Sebagai guru, juga penting sekali untuk membaca buku-buku terbaru tentang dunia pendidikan. Bagaimana metode pendekatan kepada murid yang dikembangkan negara-negara maju layak pula untuk memperkaya pengetahuan kita. 

قُلْ هٰذِهِ سَبِيْليِ أَدْعُوْا إِلىَ اللّٰهِ عَلَى بَصِيْرَةٍ أَناَ وَمَنِ اتَّبَعَنِيْ وَسُبْحٰنَ اللّٰهِ وَمَآ أَناَ مِنَ اْلمُشْرِكِيْنَ

"Inilah jalanku yang lurus, aku mengajak manusia kepada Allah atas dasar ilmu yang aku lakukan beserta pengikutku. Maha Suci Allah dan aku bukanlah termasuk orang musyrik.”

Surat Yusuf ayat 108 di atas dengan tegas menerangkan bahwa mengajak orang lain yang kita pimpin untuk menuju kebaikan, hendaklah berdasarkan ilmu. 

Itu semua bisa kita lakukan, jika sudah bisa memimpin diri kita sendiri.

Salam Bahagia Sukses Dunia Akhirat 

0 Response to "Undercover Boss"

Post a Comment

Terima Kasih Atas Kunjungannya, Silahkan Berkomentar dengan Bijak