Memimpin Diri Dengan Prinsip 3T

Bismillahirrahmanirrahim. Tiada untaian kata yang pantas diucapkan seorang hamba dan syukur kehadirat Allah subhanahu wa ta'ala, semoga rahmat dan karunia-Nya selalu menyertai setiap langkah-langkah kita dalam penghambaan kepada-Nya. 

Tak lupa pula, shalawat serta salam tetap tercurahkan kepada manusia paling mulia, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, keluarga, para sahabat, dan para pengikutnya yang selalu istiqamah dalam menjalankan risalahnya hingga akhir zaman.

MEMIMPIN DIRI DENGAN PRINSIP 3T

Perang Hunain yang dialami oleh Rasulullah meninggalkan pelajaran sangat bermanfaat bagi umat Islam tentang bagaimana caranya mengendalikan keadaan yang tidak kita inginkan. Secara garis besar perang ini berjalan dalam tiga fase. 

1. Takut

Yaitu saat pasukan muslim yang berada di lembah Hunain diserang tiba-tiba dengan ribuan anak panah dari berbagai penjuru di atas bukit. 

Ketakutan tak dapat dicegah, dan dalam keadaan panik demikian, masing-masing hanya berlari tak tentu arah menyelamatkan diri. 

Surat At-Taubah ayat 25 menggambarkan fase takut ini sebagai berikut, 

وَضَاقَتْ عَلَيْكُمُ الْأَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ ثُمَّ وَلَّيْتُمْ مُدْبِرِينَ

"Dan bumi yang luas itu telah terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari ke belakang dengan bercerai-berai."

2. Tenang

Tak ada yang dapat dilakukan jika mereka terus menerus panik. Rasulullah mengetahui hal ini, maka beliau menenangkan diri sambil mempelajari suasana gawat yang baru saja terjadi.

Tampak benar bahwa Rasulullah mengajarkan kita untuk tenang setelah takut. Inilah fase kedua, yaitu merasa tenang dan yakin bersama Allah. Ayat 26 dari Surat yang sama melanjutkan kembali,

ثُمَّ أَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَعَلَى الْمُؤْمِنِينَ

"Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang yang beriman,"

3. Tindakan

Hal berikutnya yang dilakukan oleh Rasulullah adalah mengambil tindakan. Rupanya manfaat dari sikap tenang beliau bisa membuat pikiran jernih mencari solusi dari masalah tersebut. 

Rasulullah perintahkan Pamanda Abbas bin Abdul Muthalib untuk memanggil para sahabat Bai'atul Aqabah dan Bai'atul Ridwan agar merapatkan barisan. Jika mereka bisa bersatu dan tertib kembali, maka pasukan muslim yang lain pasti mengikuti. 

Demikianlah, pada fase ketiga ini Allah menolong kaum muslimin dan memberi kemenangan. Akhir dari ayat tersebut adalah, 

وَأَنْزَلَ جُنُودًا لَمْ تَرَوْهَا وَعَذَّبَ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ وَذَٰلِكَ جَزَاءُ الْكَافِرِينَ

"Allah menurunkan bala tentara yang kamu tiada melihatnya, dan Allah menimpakan bencana kepada orang-orang yang kafir, dan demikianlah pembalasan kepada orang-orang yang kafir."

Jadi dapat kita simpulkan bahwa ketika seorang mukmin mengalami suatu kejadian yang tidak baik bagi dirinya sehingga ia merasa takut, maka hal pertama yang harus ia perbuat adalah menenangkan diri. Jangan terus menerus berada dalam level takut. 

Selanjutnya ia melangkah kepada hal berikutnya yaitu mengambil tindakan (action). Jangan pula terus menerus berada dalam level tenang. Karena masalah itu ada supaya kita belajar bertindak. 

Contohnya ketika kita menghadapi siswa yang belum baik dan cenderung melawan serta mengajak temannya membangkang. 

Wajar saja kalau pertama menghadapinya kita memiliki rasa takut dan panik. Berusaha mencari aman tapi belum tenang. Tidak apa-apa, inilah level pertama. 

Yang penting adalah kita mampu keluar dari level pertama menuju ketenangan hati. Nanti Anda bisa melihat, meski siswa berbuat seperti itu, bukan berarti kita tak bisa berbuat apa-apa. Jika pikiran tenang, kita bisa bersikap adil dan belajar lebih banyak. 

Yang paling penting lagi, adalah kemampuan kita untuk naik kelas ke level berani mengambil tindakan. Apa saja yang ternyata masih bisa kita berdayakan saat menghadapi siswa seperti itu? Maka mulailah segera.

Hunain telah memberi pelajaran. Cukup ikuti langkahnya. Takut, Tenang, Tindakan! Jika kita bisa memimpin diri, tentu mudah memimpin yang lain.

Salam Bahagia Mulia 

0 Response to "Memimpin Diri Dengan Prinsip 3T"

Post a Comment

Terima Kasih Atas Kunjungannya, Silahkan Berkomentar dengan Bijak