Terimalah Kebenaran Walaupun Dari Orang Yang Dibenci

Bismillahirrahmanirrahim. Segala puji hanya untuk Allah Ta'ala, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wa sallam beserta keluarga dan seluruh sahabatnya.

Terimalah Kebenaran Walau Menyelisihi Pendapat Tokoh Panutanmu

Pernah ada seorang berkata kepada Yahya bin Main: 

"Apakah engkau tidak khawatir bila orang-orang yang engkau kritik tersebut kelak menjadi musuhmu di hari kiamat?". 

Beliau menjawab: “Bila mereka yang menjadi musuhku jauh lebih kusenangi daripada Nabi yang menjadi musuhku, tatkala beliau bertanya padaku: Mengapa kamu tidak membela sunnahku dari kedustaan?!!! (Al-Kifayah fi Ilmi Riwayah, al-Khathib al-Baghdadi hal. 61)

Seorang mukmin sejati lebih mendahulukan ridho Allah daripada keridhoan manusia, sehingga dia mengikuti dalil walau bertentangan dengan pendapat pujaan dan idolanya. 

Diantara ciri khas Ahli Sunnah wal Jama’ah adalah mengagungkan dalil, mereka berputar mengikuti dalil, sekalipun harus dengan meninggalkan ucapan manusia. 

Imam Ibnul Qoyyim al-Jauziyyah mengatakan: “Ahlus Sunnah meninggalkan ucapan manusia karena dalil. Adapun ahli bid’ah, mereka meninggalkan dalil karena ucapan manusia” (Ash-Showai’iqul Mursalah 4/1603).

Maka agungkanlah kebenaran dalam hatimu, sibukkanlah dirimu belajar bukan banyak komentar, sibukkan dengan ilmu agar engkau bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. 

“Apabila engkau mendapati kebenaran dalam kritikan ini maka terimalah dengan senang hati tanpa melirik siapa yang mengucapkannya, perhatikan apa yang dia ucapkan, bukan orangnya. 

Sesunggguhnya Alloh telah mencela orang yang menolak kebenaran hanya karena datang dari orang yang dibencinya dan mau menerima kebenaran kalau datang dari orang yang dicintainya karena itu adalah perangai ummat yang tercela. 

Sebagian Sahabat pernah mengatakan: “Terimalah kebenaran walaupun datangnya dari orang yang kamu benci dan tolaklah kebathilan sekalipun datang-nya dari orang kamu cintai". Sebagaimana apabila kamu mendapati kesalahan di dalamnya, maka sesungguhnya kami telah berusaha sekuat tenaga, karena hanya Allhlah yang sempurna” (Madarijus Salikin III/545 oleh Imam Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah).

- Ust. Abu Ubaidah As Sidawi -

Jadilah Bermanfaat Sallam Bahagia Sukses Dunia Akhirat 

0 Response to "Terimalah Kebenaran Walaupun Dari Orang Yang Dibenci"

Post a Comment

Terima Kasih Atas Kunjungannya, Silahkan Berkomentar dengan Bijak