Memberi Berarti Menerima

Bismillahirrahmanirrahim. Tiada untaian kata yang pantas diucapkan seorang hamba dan syukur kehadirat Allah subhanahu wa ta'ala, semoga rahmat dan karunia-Nya selalu menyertai setiap langkah-langkah kita dalam penghambaan kepada-Nya. 

Tak lupa pula, shalawat serta salam tetap tercurahkan kepada manusia paling mulia, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, keluarga, para sahabat, dan para pengikutnya yang selalu istiqamah dalam menjalankan risalahnya hingga akhir zaman.

MEMBERI, BERARTI MENERIMA

Lihat deh aksi seorang bayi saat pertama kalinya mengenal cermin, lucu banget! Ia mengira ada saudaranya di belakang cermin sana, tetapi begitu dicari gak ketemu. Ia betul-betul keheranan mengapa saudaranya itu begitu mirip dengannya. Bahkan mengikuti setiap gerakannya.

Memang demikianlah sifat sebuah cermin. Apa yang kita lakukan, akan diikuti oleh "saudara" kita sendiri yang ada di belakang cermin sana. Kalau ingin dia tersenyum, kita cukup senyum saja. Sebaliknya begitu kita perlihatkan wajah marah, dia akan ikut marah. 

Jadi apa yang kita inginkan untuk dilakukan oleh saudara kita, cukup dimulai dari diri kita sendiri. Ia nanti pasti mengikuti. Tepat kiranya Rasulullah bersabda,

المؤمن مرآة أخيه

"Seorang mukmin adalah cermin bagi saudaranya." (Hadist Riwayat Abu Daud)

Sikap yang kita terima dari saudara kita, tidak lain adalah pencerminan dari sikap kita kepadanya. Oleh karena itu muliakan orang lain, agar mereka juga memuliakan kita. 

Treat others the way you want to be treated.

Petuah bijaksana dari negeri barat tersebut selaras dengan hadist Rasulullah yang diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim,

فَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُزَحْزَحَ عَنْ النَّارِ وَيُدْخَلَ الْجَنَّةَ فَلْتَأْتِهِ مَنِيَّتُهُ وَهُوَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَلْيَأْتِ إِلَى النَّاسِ الَّذِي يُحِبُّ أَنْ يُؤْتَى إِلَيْهِ

"Barangsiapa yang ingin dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka hendaknya (ketika) datang kematiannya dalam keadaan ia beriman kepada Allah dan hari akhir, dan hendaknya ia perlakukan manusia sebagaimana ia suka diperlakukan demikian."

Inilah rumus sederhana untuk hidup sukses dan bahagia. Sungguh banyak sekali praktek yang bisa kita amalkan dari rumus Rasulullah ini dalam kehidupan sehari-hari. 

Siapa yang ingin usahanya lancar, maka biasakan untuk memperlancar usaha saudara kita. 

Siapa yang ingin agar kejelekannya tidak tersebar kepada orang banyak, maka janganlah kita menceritakan kejelekan orang lain. 

Ingat, kita juga punya aib dan orang lain juga mampu bercerita. Maka perlakukan setiap orang sebagaimana kita ingin diperlakukan oleh mereka. Niscaya kebahagiaan dan kemuliaan akan kita raih bersama. 

Salam sukses dunia akhirat

0 Response to "Memberi Berarti Menerima"

Post a Comment

Terima Kasih Atas Kunjungannya, Silahkan Berkomentar dengan Bijak