Kisah : Serigala dan Biawak Berbicara tentang Rasulullah

Bismillahirrahmanirrahim. Tiada untaian kata yang pantas diucapkan seorang hamba dan syukur kehadirat Allah subhanahu wa ta'ala, semoga rahmat dan karunia-Nya selalu menyertai setiap langkah-langkah kita dalam penghambaan kepada-Nya. 

Tak lupa pula, shalawat serta salam tetap tercurahkan kepada manusia paling mulia, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, keluarga, para sahabat, dan para pengikutnya yang selalu istiqamah dalam menjalankan risalahnya hingga akhir zaman.

Serigala dan Biawak Berbicara tentang  Rasulullah

Seorang Yahudi menggembalakan dombanya di sebuah lembah di Makkah. Lalu, tanpa diduga, muncul seekor serigala memangsa dombanya. 

Serigala itu berlari menyeret mangsanya. Si Yahudi yang tidak mau kehilangan dombanya, berlari mengejar serigala itu.  Saat berhasil mengejar serigala itu, ia berusaha merebut kembali dombanya. 

Namun, ia terkejut saat mendengar serigala itu berkata, “Apakah kau tidak takut kepada Allah? Kau mengambil domba yang telah dianugerahkan Allah kepadaku sebagai rezekiku.” 

Si Yahudi yang masih terkesima berkata, “Sungguh ajaib! Seekor serigala bisa berbicara laiknya manusia!” Serigala ini melanjutkan, “Demi Allah, ada yang lebih  ajaib dari ini!” 

“Apa itu?” tanya si Yahudi penasaran. 

“Rasulullah telah mengabarkan kepada semua orang berbagai kejadian yang telah lampau dan yang akan datang.” 

Akhirnya, si Yahudi membiarkan serigala itu memakan dombanya, lalu ia menggiring ternaknya  menuju Madinah dan bermaksud menemui Rasulullah  Shalallahu 'alaihi wa sallam Saat itu, waktu shalat telah tiba dan beliau sedang menunaikan shalat berjamaah dengan para sahabat. 

Usai shalat, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bertanya, “Mana orangnya, si gembala tadi?”  

Si Yahudi berdiri, “Akulah si penggembala itu.” “Ceritakanlah apa yang kaudengar dan kaulihat!” pinta Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam.  

Maka, si Yahudi menceritakan kejadian yang  dialaminya bersama serigala tadi sampai selesai. Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam berkomentar, “Serigala itu berkata  benar. 

Demi Dia yang jiwa Muhammad ada dalam  genggaman-Nya, tidak akan terjadi Kiamat hingga binatang buas berbicara kepada manusia. 

Salah seorang  dari kalian pergi dari rumahnya, lalu sandalnya atau cemetinya atau tongkatnya mengabarkan apa yang  terjadi setelah kepergiannya.” 

Akhirnya, si Yahudi penggembala domba itu  mengucapkan syahadat.

Dalam riwayat lain, dari Umar Radhiyallahu Anhu, diceritakan bahwa Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam menghadiri suatu acara di rumah seorang sahabat. 

Tiba-tiba datang seorang laki-laki Bani Sulaim membawa seekor biawak. Ia letakkan hewan  itu di hadapan Rasulullah seraya berkata, “Aku tidak akan beriman kepadamu sampai biawak ini beriman  kepadamu.” 

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam memangil biawak itu, “Hai biawak!” Biawak itu menjawab panggilan Rasulullah dengan  ucapan yang lemah lembut, tetapi semua orang  mendengarnya, “Aku memenuhi panggilanmu, semoga engkau berbahagia wahai penghias orang yang percaya Hari Kiamat.” 

“Siapa yang kamu sembah?”  

“Aku menyembah Dia Yang Arasy-Nya ada di langit, kekuasaan-Nya berada di bumi, jalan-Nya berada di lautan, kasih sayang-Nya berada di surga, dan siksa-Nya  berada di neraka.”  

“Katakan, siapakah aku?” 

“Engkau adalah utusan Tuhan semesta alam, penutup para nabi. Beruntunglah orang yang membenarkan dan percaya kepadamu dan merugilah orang yang  mendustakanmu.” 

Akhirnya, orang Badui itu pun menyatakan masuk  Islam.


0 Response to "Kisah : Serigala dan Biawak Berbicara tentang Rasulullah "

Post a Comment

Terima Kasih Atas Kunjungannya, Silahkan Berkomentar dengan Bijak